Thursday, December 20, 2007

Qurban PWS di Mesjid Harmoko

Makan siang bersama ala Sunda , sambal terasi dan lalapan


MEDAN, PWS---Idul Adha harus dimaknai dengan tumbuhnya rasa saling berbagi antar sesama manusia. Sebab, rasa saling berbagi itulah esensi dasar dari peringatan Idul Adha.

Demikian salah satu ringkasan isi siraman rohani Idul Adha yang disampaikan oleh Khatib M. Nuh , di Masjid Sugou atau yang lebih dikenal dengan nama masjid Harmoko di desa Sugou – Pancur Batu, Medan, Kamis (20/12).

Pemotongan qurban yang diikuti oleh sebagian anggota PWS Medan ini mengambil tempat di mesjid besar dengan lokasi yang luas namun kurang terawat ini, padahal kawasannya cukup indah , tidak jauh dengan Medan , dan penuh dengan pohon buah-buahan

Jika anda masih penasaran kira – kira lokasinya sbb :Lepas lokasi Medan Hash Club , disebelah kanan jalan akan terlihat pagar besi kokoh warna hijau kebiruan dengan tanaman sawit di halamannya , letaknya jalan agak menurun ke arah Sembahe , nah disitulah lokasinya.
Kang Dani Kustoni menyempatkan hadir di lokasi untuk menyerahkan qurban , namun karena padatnya acara , beliau memang harus berbagi waktu dengan acara yang sama ditempat lain.
Kurangnya tanda – tanda / umbul – umbul ditempat acara tidak urung membuat beberapa tamu pengunjung ” tersesat ” jauh hingga kawasan Sembahe , ini mungkin bisa jadi bahan evaluasi panitya.
Seusai siraman rohani dilanjutkan dengan makan siang bersama dengan lauk ikan asin , sambel terasi , lalapan , tempe dan tahu goreng serta rendang yang mengingatkan dengan suasana Pasundan apalagi cuaca pegunungan yang begitu mendukung.
Turut diserahkan hewan kurban kepada mereka yang berhak pada siang harinya ,dan pada qurban kali ini panitya memotong 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing.


No comments: